Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani, hemikrania, yang
berarti "separo kepala". Seperti yang selama ini dikenal awam, migren
memang kerap muncul di satu sisi kepala. Sekali muncul di kanan ya kanan
saja, kalau nongol di kiri, ya terus kiri.
Dari kata hemikrania itu kemudian berubah menjadi migrain (migraine).
Ada dua macam migren: migrain biasa dan migren klasik. Migrain biasa
terjadi secara perlahan-lahan, mengakibatkan denyut nyeri yang dapat
berlangsung selama 2 - 72 jam. Sering berpusat di pelipis atau di
belakang telinga.
Migren klasik sama dengan migrain biasa, tetapi biasanya didahului
dengan gejala seperti "aura" (perasaan aneh), yang bisa saja berupa
gangguan berbicara, atau kelemahan dan gangguan penglihatan. Namun,
gejala paling umum yang sering terjadi adalah mata sulit melihat dengan
jelas. Lamanya gangguan pada penglihatan ini macam-macam, ada yang cuma
beberapa detik, ada juga yang beberapa jam, kemudian lenyap.
Serangan migrain sebenarnya dapat dicegah terutama jika kita tahu
atau berhasil menemukan pencetusnya, sehingga dapat menghindarinya.
Tidur dalam waktu yang cukup dapat membantu. Sementara jika ingin
menghentikan kebiasaan minum kopi atau teh, sebaiknya dikurangi
konsumsinya sedikit demi sedikit, jangan dilakukan sekaligus.
Kalau pun akhirnya migrain datang, cobalah beristirahat dan tidur di
kamar yang gelap. Dapat pula menempelkan kompres dingin di kepala untuk
menyempitkan pembuluh darah di kulit kepala. Setelah itu, minum obat
pereda nyeri (analgetik), baik obat-obatan yang mengandung zat kimia
maupun obat alami untuk memperlancar peredaran darah. Jangan lupa
memeriksakan diri ke dokter, jika upaya di atas belum menolong.
Seperti sudah disebut, obat-obatan alami pun banyak yang dapat
dimanfaatkan untuk melengkapi maupun menggantikan obat kimia.
Obat-obatan alami pengusir migren yang bisa dijajal khasiatnya antara
lain rimpang jahe (Zingiber officinale Rosc.), rimpang bangle (Zingiber
cassumunar Roxb.), pegagan (Centella asiatica L. Urban), dan daun ginkgo
(Ginkgo biloba L.).
Rimpang jahe termasuk kelompok empon-empon (tumbuhan berimpang) dan
terdapat hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Rimpang pipih
bercabang-cabang dan berkulit agak kekuning-kuningan ini mengandung
banyak minyak atsiri dan oleoresin (minyak damar).
Minyak atsiri terutama mengandung zat seskuiterpena, yang menyebabkan
bau yang khas jahe. Sedangkan kandungan yang memberikan rasa pedas
yaitu zat-zat monoterpena aldehida dan alkohol. Zat-zat itu pula yang
memberikan khasiat antimual dan antimuntah. Di samping khasiat itu,
rimpang jahe juga berkhasiat sebagai antiradang dan pereda nyeri serta
memperlancar peredaran darah.
Semua khasiat itu menyebabkan herbal yang satu ini dapat digunakan
untuk meredakan migrain. Di samping itu, khasiat antimual dan antimuntah
rimpang jahe sangat membantu pencegahan dan pengobatan migren. Pada
anak-anak rimpang jahe ini sangat membantu pengobatan migren, karena
sifatnya yang tidak toksik.
Cara memanfaatkan herbal yang satu ini tak sulit. Cukup ambil serbuk
rimpang yang telah dikeringkan. Untuk orang dewasa dan anak-anak di atas
enam tahun, gunakan dosis serbuk 0,5 g untuk sekali minum. Agar lekas
sembuh, ramuan sebaiknya diminum 2 - 4 kali sehari.
Sumber : http://www.indospiritual.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar